Selasa, 31 Maret 2026

Bahaya Body Shaming

 Bahaya Body Shaming



Oleh : Imam Muclis, S.Pd

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.... 

Di era sekarang, body shaming menjadi sesuatu yang semakin sering terjadi di tengah masyarakat. Banyak orang dengan mudah mengomentari fisik orang lain, baik tentang berat badan, warna kulit, bentuk tubuh, maupun penampilan secara keseluruhan. Tidak jarang hal ini dibungkus dengan candaan, seolah-olah itu sesuatu yang wajar. Padahal dalam pandangan Islam, merendahkan atau menghina fisik orang lain adalah perbuatan yang tercela dan dapat menjadi dosa.

Islam sangat menjaga kehormatan setiap manusia. Allah ﷻ dengan tegas melarang sikap merendahkan orang lain, sebagaimana firman-Nya:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ

عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ

Artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain, boleh jadi mereka lebih baik dari mereka."

(QS. Al-Hujurat: 11)

Ayat ini mengingatkan bahwa seseorang yang kita anggap kurang dari sisi fisik atau penampilan, bisa jadi justru lebih mulia di sisi Allah. Karena ukuran kemuliaan dalam Islam bukanlah penampilan, tetapi ketakwaan.

Body shaming bukan hanya sekadar ucapan ringan, tetapi dapat memberikan dampak yang sangat dalam bagi seseorang. Kata-kata yang merendahkan fisik bisa melukai hati, menghancurkan rasa percaya diri, bahkan membuat seseorang merasa tidak berharga. Dalam banyak kasus, hal ini bisa menyebabkan seseorang mengalami tekanan batin, menjauh dari lingkungan sosial, bahkan kehilangan semangat dalam menjalani kehidupan.


Rasulullah ﷺ juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap terhadap sesama muslim. Beliau bersabda:


الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ

لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُحَقِّرُهُ

Artinya:

"Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh merendahkannya."

(HR. Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa merendahkan orang lain, termasuk dalam bentuk body shaming, adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Seorang muslim seharusnya menjaga kehormatan saudaranya, bukan justru melukainya dengan perkataan.

Selain merusak individu, body shaming juga merusak hubungan sosial dalam masyarakat. Jika kebiasaan ini terus dibiarkan, maka akan tercipta lingkungan yang penuh dengan ejekan, bukan dengan saling menghargai. Padahal Islam mengajarkan ukhuwah, saling mencintai, dan saling menjaga perasaan satu sama lain.

Oleh karena itu, Islam memberikan solusi yang sangat sederhana namun mendalam, yaitu menjaga lisan. Rasulullah ﷺ bersabda:


مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Artinya:

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi pedoman penting dalam kehidupan sehari-hari. Jika apa yang kita ucapkan tidak membawa kebaikan, maka diam adalah pilihan yang lebih baik. Tidak semua hal harus dikomentari, apalagi jika itu berpotensi menyakiti orang lain.

Pada akhirnya, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Fisik bukanlah ukuran kemuliaan seseorang di hadapan Allah. Yang dinilai oleh Allah adalah hati dan amal perbuatannya. Maka sudah seharusnya kita lebih sibuk memperbaiki diri sendiri daripada sibuk mengomentari kekurangan orang lain.

Semoga Allah menjaga lisan kita dari perkataan yang menyakiti, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu menghormati serta menjaga kehormatan sesama. Aamiin.

Senin, 30 Maret 2026

PAHALA PUASA SYAWAL

PAHALA PUASA SYAWAL



Oleh : Imam Muclis, S.Pd

JANGAN SKIP, INI PENTING BUAT IMAN KITA.

Setelah kita menyelesaikan ibadah di bulan Ramadhan, Islam mengajarkan kepada kita untuk tidak berhenti dalam kebaikan. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan setelah Ramadhan adalah puasa enam hari di bulan Syawal.

Namun masih banyak kaum muslimin yang belum memahami keutamaan, hukum, dan hikmah dari puasa Syawal ini.

Hukum Puasa Syawal

Puasa enam hari di bulan Syawal hukumnya adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ
كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya:
"Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun."
(HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa Syawal memiliki keutamaan yang sangat besar, sehingga para ulama sangat menganjurkan untuk mengamalkannya.

Keutamaan dan Pahala Puasa Syawal

Keutamaan terbesar dari puasa Syawal adalah mendapatkan pahala seperti berpuasa selama satu tahun penuh.

Hal ini karena dalam Islam, satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Maka puasa Ramadhan selama 30 hari bernilai seperti 300 hari, dan puasa 6 hari di bulan Syawal bernilai seperti 60 hari. Jika dijumlahkan, maka genap menjadi 360 hari, yaitu setara dengan satu tahun.

Selain itu, puasa Syawal juga menjadi penyempurna ibadah Ramadhan. Sebagaimana shalat sunnah yang menyempurnakan shalat wajib, maka puasa Syawal juga menjadi pelengkap dari kekurangan yang mungkin terjadi dalam puasa Ramadhan kita.

Puasa ini juga menjadi tanda bahwa seseorang mampu menjaga istiqomah dalam ibadah, tidak hanya rajin di bulan Ramadhan, tetapi juga tetap beribadah setelahnya.

Hikmah dan Tujuan Puasa Syawal

Puasa Syawal mengajarkan kepada kita bahwa ibadah tidak berhenti setelah Ramadhan. Justru setelah Ramadhan, seorang muslim diuji apakah ia mampu mempertahankan kebiasaan baik yang telah dilatih selama satu bulan penuh.

Puasa Syawal juga melatih jiwa untuk tetap disiplin dalam ketaatan, menahan hawa nafsu, serta menjaga hubungan dengan Allah ﷻ. Ini adalah bukti bahwa seorang muslim tidak hanya semangat beribadah karena suasana Ramadhan, tetapi karena kesadaran iman.

Selain itu, puasa Syawal menunjukkan rasa syukur seorang hamba kepada Allah atas nikmat Ramadhan. Dengan melanjutkan ibadah setelah Ramadhan, seorang muslim seakan mengatakan bahwa ia belum puas dalam beribadah dan ingin terus mendekatkan diri kepada Allah.

Bahaya Body Shaming

  Bahaya Body Shaming Oleh : Imam Muclis, S.Pd Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....  Di era sekarang, body shaming menjadi sesuatu...