Bahaya Body Shaming
Oleh : Imam Muclis, S.Pd
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....
Di era sekarang, body shaming menjadi sesuatu yang semakin sering terjadi di tengah masyarakat. Banyak orang dengan mudah mengomentari fisik orang lain, baik tentang berat badan, warna kulit, bentuk tubuh, maupun penampilan secara keseluruhan. Tidak jarang hal ini dibungkus dengan candaan, seolah-olah itu sesuatu yang wajar. Padahal dalam pandangan Islam, merendahkan atau menghina fisik orang lain adalah perbuatan yang tercela dan dapat menjadi dosa.
Islam sangat menjaga kehormatan setiap manusia. Allah ﷻ dengan tegas melarang sikap merendahkan orang lain, sebagaimana firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ
عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain, boleh jadi mereka lebih baik dari mereka."
(QS. Al-Hujurat: 11)
Ayat ini mengingatkan bahwa seseorang yang kita anggap kurang dari sisi fisik atau penampilan, bisa jadi justru lebih mulia di sisi Allah. Karena ukuran kemuliaan dalam Islam bukanlah penampilan, tetapi ketakwaan.
Body shaming bukan hanya sekadar ucapan ringan, tetapi dapat memberikan dampak yang sangat dalam bagi seseorang. Kata-kata yang merendahkan fisik bisa melukai hati, menghancurkan rasa percaya diri, bahkan membuat seseorang merasa tidak berharga. Dalam banyak kasus, hal ini bisa menyebabkan seseorang mengalami tekanan batin, menjauh dari lingkungan sosial, bahkan kehilangan semangat dalam menjalani kehidupan.
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap terhadap sesama muslim. Beliau bersabda:
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ
لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُحَقِّرُهُ
Artinya:
"Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh merendahkannya."
(HR. Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa merendahkan orang lain, termasuk dalam bentuk body shaming, adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Seorang muslim seharusnya menjaga kehormatan saudaranya, bukan justru melukainya dengan perkataan.
Selain merusak individu, body shaming juga merusak hubungan sosial dalam masyarakat. Jika kebiasaan ini terus dibiarkan, maka akan tercipta lingkungan yang penuh dengan ejekan, bukan dengan saling menghargai. Padahal Islam mengajarkan ukhuwah, saling mencintai, dan saling menjaga perasaan satu sama lain.
Oleh karena itu, Islam memberikan solusi yang sangat sederhana namun mendalam, yaitu menjaga lisan. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya:
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi pedoman penting dalam kehidupan sehari-hari. Jika apa yang kita ucapkan tidak membawa kebaikan, maka diam adalah pilihan yang lebih baik. Tidak semua hal harus dikomentari, apalagi jika itu berpotensi menyakiti orang lain.
Pada akhirnya, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Fisik bukanlah ukuran kemuliaan seseorang di hadapan Allah. Yang dinilai oleh Allah adalah hati dan amal perbuatannya. Maka sudah seharusnya kita lebih sibuk memperbaiki diri sendiri daripada sibuk mengomentari kekurangan orang lain.
Semoga Allah menjaga lisan kita dari perkataan yang menyakiti, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu menghormati serta menjaga kehormatan sesama. Aamiin.

