Dukung kami dengan berdonasi, klik : Beri Dukungan pada halaman ini.
Perjalanan Tiada akhir
Oleh : Ustadz Imam Muclis, S.Pd
Hidup di dunia ini tak ubahnya seperti sebuah perjalanan panjang yang tak akan pernah berakhir, kecuali ketika ruh kita kembali kepada Sang Pencipta. Perjalanan ini bukan hanya tentang waktu, tapi juga tentang arah, tujuan, dan bekal yang kita bawa. Agar tidak tersesat di tengah jalan, Allah telah memberikan petunjuk dan bekal untuk kita semua.
1. Gunakan Bekal dari Allah Sesuai Tuntunan
Setiap musafir yang cerdas pasti membawa bekal. Dalam perjalanan hidup ini, bekal terbaik adalah takwa, sebagaimana Allah berfirman:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ
"Berbekallah kamu, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa."
(QS. Al-Baqarah: 197)
Takwa mencakup menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Inilah bekal yang akan menerangi jalan hidup kita di dunia hingga ke akhirat.
2. Singgah ke Tempat yang Baik untuk Istirahat
Di setiap perjalanan, kita butuh tempat singgah untuk istirahat. Begitu pula dalam kehidupan, masjid, majelis ilmu, dan lingkungan yang baik adalah tempat singgah yang menyejukkan hati. Rasulullah ﷺ bersabda:
Tiadalah berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah (masjid), membaca Kitab Allah dan mempelajarinya bersama-sama, kecuali turun kepada mereka ketenangan ...."
(HR. Muslim)
Berhentilah sejenak dalam hidup untuk mencari ilmu, memperbaiki ibadah, dan menata niat, agar perjalanan kita tetap dalam arah yang benar.
3. Berkawan dengan Orang Saleh di Perantauan
Seorang musafir tidak akan kuat sendirian. Berteman dengan orang-orang saleh adalah penguat di tengah kesendirian dan perantauan. Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
"Seseorang itu tergantung pada agama temannya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat dengan siapa ia berteman."
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
Kawan yang baik akan mengingatkan kita saat lalai, mendoakan kita saat lemah, dan menyemangati kita saat goyah.
4. Bertanya kepada Orang yang Tepat Saat Tersesat
Terkadang dalam perjalanan, kita tersesat. Tapi Allah tidak membiarkan hamba-Nya terombang-ambing tanpa arah. Kita diajarkan untuk bertanya kepada orang yang berilmu:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui."
(QS. An-Nahl: 43)
Dalam kebingungan, carilah nasihat dari para ulama, ustaz, atau orang bijak yang dapat menunjukkan jalan terang.
Menuju Kampung Akhirat
Hidup ini memang bukan tujuan akhir, tetapi sebuah perjalanan menuju kampung abadi: surga atau neraka. Setiap langkah yang kita ambil hari ini akan menentukan di mana kita akan tinggal selamanya.
Mari kita terus melangkah, dengan takwa sebagai bekal, ilmu sebagai kompas, teman saleh sebagai penopang, dan Allah sebagai tujuan. Karena sesungguhnya, "Perjalanan ini belum berakhir, hingga kita pulang ke rumah yang kekal di sisi-Nya."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar