Sabtu, 06 September 2025

Merasa tidak berguna gara gara sosial media

 


Oleh : Noer Safitri, M. Pd

Tiba-Tiba Merasa Hina, Kecil, Tak Berdaya Setelah Lihat Sosmed?

Coba Deh Baca Ulang Judul Di Atas… Gimana? Pernah Nggak Kamu Merasa Seperti Itu? Awalnya Hidupmu Baik-Baik Saja, Hati Tenang, Bahkan Bisa Merasa Bahagia Dengan Apa Yang Kamu Miliki. Tapi, Saat Membuka Media Sosial, Melihat Status Teman Atau Pencapaian Orang Lain, Tiba-Tiba Perasaan Itu Berubah. Kamu Mulai Merasa Belum Jadi Apa-Apa, Seolah Ketinggalan Jauh, Dan Akhirnya Membandingkan Hidupmu Dengan Hidup Orang Lain.

Atau Mungkin Kamu Pernah Berada Di Titik Di Mana Hubungan Dengan Pasangan Terasa Cukup. Kamu Bahagia Menerimanya Apa Adanya. Tapi Begitu Melihat Postingan Pasangan Lain Yang Terlihat Romantis, Muncul Perasaan Bahwa Pasanganmu Tidak Cukup Berjuang. Padahal Sebelumnya Kamu Tidak Pernah Memikirkannya. Rasanya Aneh Ya, Bagaimana Sesuatu Yang Sederhana Di Layar Bisa Begitu Kuat Mengguncang Perasaan?

Kalau Kamu Pernah Mengalami Hal Ini, Tenang, Kamu Bukan Satu-Satunya. Dalam Dunia Konseling, Kondisi Ini Sering Muncul Karena Tiga Hal Utama. Pertama, Adanya Social Comparison—Kebiasaan Membandingkan Diri Dengan Orang Lain Tanpa Sadar. Kedua, FOMO (Fear Of Missing Out)—Takut Ketinggalan Momen Bahagia Atau Kesempatan Yang Diraih Orang Lain. Dan Ketiga, Menurunnya Self-Esteem—Harga Diri Dan Rasa Percaya Pada Kemampuan Diri Sendiri Yang Pelan-Pelan Terkikis Oleh Sorotan “Kebaikan” Dan “Kesuksesan” Yang Terus Ditampilkan Di Media Sosial.


Lalu Bagaimana Mengatasinya?

Satu Hal Penting Adalah Menyadari Bahwa Media Sosial Hanya Potongan Kecil Dari Kehidupan Seseorang. Tidak Ada Yang Benar-Benar Menampilkan 100% Kenyataan Di Sana. Kamu Juga Bisa Mulai Membatasi Waktu Bermain Sosmed Agar Pikiranmu Tidak Terus-Menerus Terjebak Dalam Lingkaran Perbandingan. Kemudian, Cobalah Berfokus Pada Diri Sendiri. Catat Hal-Hal Yang Sudah Kamu Capai, Sekecil Apapun Itu—Percaya Deh, Pencapaian Kecil Tetap Berharga.

Selain Itu, Biasakan Diri Untuk Melatih Rasa Syukur. Coba Tanyakan Pada Dirimu Sendiri Setiap Malam: “Hal Baik Apa Yang Terjadi Hari Ini?” Tiga Hal Kecil Saja Sudah Cukup Membuat Hatimu Lebih Tenang. Dan Jangan Lupa, Berbicara Dengan Orang Terdekat Atau Konselor Bisa Sangat Membantu. Kadang Kita Butuh Orang Lain Untuk Memandu Kita Melihat Cara Berpikir Kita Sendiri—Apakah Pikiran Itu Benar, Atau Hanya “Jebakan Pikiran” Yang Membuat Kita Semakin Merasa Tidak Berdaya.

Kabar Baiknya, Ada Cara Untuk Melatih Pikiran Agar Tidak Otomatis Jatuh Dalam Perangkap Perbandingan. Dengan Teknik Tertentu, Kamu Bisa Belajar Mengubah Pola Pikir Yang Membuatmu Merasa Kecil Menjadi Lebih Realistis Dan Sehat. Kamu Bisa Mulai Mengenali Pikiran Yang Mengganggu, Mempertanyakan Apakah Pikiran Itu Benar, Lalu Menggantinya Dengan Sudut Pandang Yang Lebih Membangun. Tentu, Latihan Ini Butuh Pendampingan Supaya Hasilnya Lebih Efektif.

Kalau Kamu Penasaran Bagaimana Caranya, Mungkin Ini Saat Yang Tepat Untuk Mencoba Sesi Konseling. Karena Terkadang, Membaca Saja Tidak Cukup—Kamu Butuh Ruang Aman Untuk Bicara, Memahami Dirimu, Dan Belajar Teknik Yang Tepat Agar Tidak Lagi Terjebak Dalam Rasa “Hina, Kecil, Dan Tak Berdaya” Setiap Kali Membuka Media Sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahaya Body Shaming

  Bahaya Body Shaming Oleh : Imam Muclis, S.Pd Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....  Di era sekarang, body shaming menjadi sesuatu...