Hadis Harian
Judul : Keutamaan solat sebagai koneksi pada Allah
Oleh : Imam Muclis, S.Pd
Yogyakarta, 02 September 2025
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah ﷻ, Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad ﷺ, teladan umat hingga akhir zaman.
Sahabat MC Qu yang dirahmati Allah,
Hidup di dunia ini tidak pernah lepas dari masalah. Kadang datang kebahagiaan, kadang pula Allah uji dengan kesulitan. Ada masa lapang, ada pula masa sempit. Pertanyaannya: bagaimana seharusnya seorang muslim menyikapi saat masalah berat menimpa dirinya?
Di sinilah kita belajar dari teladan Nabi ﷺ. Dalam sebuah hadis dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu disebutkan:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى
“Apabila Nabi ﷺ menghadapi masalah berat, beliau mengerjakan salat.” (HR. Ahmad)
Sahabat MC Qu,
Perhatikan bagaimana Rasulullah ﷺ, manusia pilihan Allah, utusan termulia, saat dihimpit kesulitan beliau tidak hanya mengandalkan kecerdasan, kekuatan, atau para sahabatnya. Beliau langsung kembali kepada Allah dengan salat.
Mengapa salat? Karena salat adalah koneksi langsung seorang hamba dengan Tuhannya. Di sanalah kita curahkan kegelisahan, kita adukan keresahan, dan kita serahkan seluruh beban kepada Allah. Bukankah Allah sudah berfirman dalam Al-Baqarah ayat 45:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
“Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu.”
Sahabat MC Qu,
Masalah sering membuat hati gelisah dan pikiran buntu. Tetapi ketika kita berdiri di hadapan Allah, membaca takbir, rukuk, dan sujud dengan penuh khusyuk, maka hati terasa lapang. Setelah salat, kita akan lebih tenang, lebih jernih, dan lebih siap mencari jalan keluar.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
جُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ
“Dijadikan penyejuk hatiku dalam salat.” (HR. Ahmad)
Artinya, salat bukan sekadar kewajiban, melainkan juga sumber ketenangan dan kebahagiaan.
Sahabat MC Qu,
Mari kita renungkan. Sering kali saat masalah datang, kita sibuk mengadu ke sana ke mari, mencari pertolongan manusia. Padahal yang paling berkuasa mengubah keadaan hanyalah Allah ﷻ. Maka mari kita ikuti jejak Nabi ﷺ: ketika hati gelisah, ketika masalah menghimpit, segera ambil wudhu, lalu kerjakan salat.
Kesimpulan
Sahabat MC Qu, dari hadis ini kita belajar: kunci menghadapi masalah hidup adalah kembali kepada Allah melalui salat. Di dalam salat, hati kita tenang, iman kita teguh, dan jalan keluar akan Allah bukakan.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang menjadikan salat sebagai solusi utama dalam setiap keadaan, baik lapang maupun sempit.
Wassalamu’alaikum_warahmatullahi-wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar