Selasa, 02 September 2025

Makna Tajwid Bahasa dan Istilah

 

 

Judul : Makna Tajwid 

Oleh : Imam Muclis, S. Pd


Pengertian tajwid dalam berbagai kitab para ulama dapat dipahami dari dua sudut pandang, yaitu secara bahasa dan istilah. Berikut adalah penjelasannya beserta beberapa sumber berbahasa Arab:

1. Pengertian Secara Bahasa (Etimologi)

Secara bahasa, tajwid (تجويد) berasal dari kata jawwada (جوّد - يجوّد - تجويدًا) yang berarti memperindah, membaguskan, atau melakukan sesuatu dengan elok dan baik. Pengertian ini menekankan pada aspek kualitas dan kesempurnaan dalam suatu perbuatan.

2. Pengertian Secara Istilah (Terminologi)

Secara istilah, tajwid merujuk pada ilmu yang mempelajari cara membaca Al-Qur'an dengan benar, yaitu dengan mengeluarkan setiap huruf dari tempatnya (makhrajnya) dan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya (sifatul huruf), serta memperhatikan hukum-hukum bacaan lainnya.
Berikut adalah beberapa pengertian tajwid menurut para ulama dan kitab-kitab berbahasa Arab:

a. Menurut Ibnu Al-Jazari
Salah satu ulama terkemuka dalam bidang qira'at dan tajwid adalah Imam Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Yusuf Al-Jazari. Dalam kitabnya Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah, beliau mendefinisikan tajwid sebagai:

هو إعطاء الحروف حقها من صفة لازمة ومستحقة، ومستحقها من صفة عرضية.”

(Tajwid adalah memberikan huruf haknya dari sifat-sifat yang lazim dan mustahaq, serta mustahaqnya dari sifat-sifat 'aridhah.)

1. Hak (الحق): Sifat-sifat yang melekat pada huruf dan tidak pernah terpisah darinya, seperti sifat jahr, syiddah, istifal, dan lainnya.
2. Mustahaq (المستحق): Sifat-sifat yang muncul karena sebab-sebab tertentu, seperti tafkhim (tebal) dan tarqiq (tipis) pada huruf ra' atau lam.

b. Menurut Mullah 'Ali Al-Qari

Imam 'Ali bin Sulthan Muhammad Al-Qari, seorang ulama besar dari mazhab Hanafi, dalam kitabnya Al-Minah Al-Fikriyyah Syarh Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah menjelaskan tajwid sebagai berikut:

“علم يبحث عن كيفية النطق بالحروف من مخارجها وصفاتها.

(Ilmu yang membahas tentang cara mengucapkan huruf-huruf dari makhraj dan sifat-sifatnya.)

c. Menurut Para Ulama Kontemporer

Pengertian tajwid juga dirumuskan oleh ulama-ulama kontemporer dengan bahasa yang lebih sederhana namun maknanya sama. Sebagai contoh, dalam buku-buku tajwid modern disebutkan:
“علم يبحث عن كيفية النطق بالحروف العربية من مخارجها وصفاتها وما يلحقها من أحكام.”
(Ilmu yang membahas tentang cara mengucapkan huruf-huruf Arab dari makhrajnya, sifat-sifatnya, dan hukum-hukum yang menyertainya.)
Secara umum, semua definisi ini merujuk pada satu tujuan utama, yaitu membaca Al-Qur'an sesuai dengan cara baca yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat, sehingga terhindar dari kesalahan (lahn) yang dapat mengubah makna. Oleh karena itu, hukum mengamalkan tajwid ketika membaca Al-Qur'an adalah fardhu 'ain (wajib bagi setiap individu Muslim), sebagaimana yang ditegaskan oleh para ulama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahaya Body Shaming

  Bahaya Body Shaming Oleh : Imam Muclis, S.Pd Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....  Di era sekarang, body shaming menjadi sesuatu...