Selasa, 14 Oktober 2025

Jangan Lupa balas kebaikan

Balaslah Kebaikan dengan Kebaikan

 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

oleh : Ustadz. Imam Muclis, S.Pd

Salah satu akhlak mulia dalam Islam adalah membalas kebaikan dengan kebaikan. Seorang muslim dituntut untuk menjadi pribadi yang tahu berterima kasih dan tidak mengabaikan jasa orang lain. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صُنِعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ

“Siapa yang berbuat kebaikan kepada kalian maka balaslah. Jika kalian tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, maka doakanlah dia sampai kalian melihat bahwa kalian telah membalasnya.”

(HR. Abu Dawud no. 1672, Tirmidzi no. 2035 – hasan shahih).

Hadis ini merupakan dalil yang shahih, menunjukkan betapa pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama manusia dengan cara membalas kebaikan.

1. Tanda Syukur dan Akhlak Mulia

Membalas kebaikan adalah bentuk rasa syukur atas nikmat Allah yang disampaikan melalui tangan sesama manusia. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis lain:

“Siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.” (HR. Tirmidzi no. 1954, dinyatakan hasan shahih oleh Al-Albani).

Dengan membalas kebaikan—baik dengan ucapan terima kasih, perbuatan, maupun doa—kita menunjukkan bahwa hati kita lapang, tidak sombong, dan menghargai sesama.

2. Membalas dengan Apa yang Mampu

Islam tidak membebani seseorang melebihi kemampuannya. Bila kita mampu membalas kebaikan dengan harta atau perbuatan, itu sangat baik. Namun bila tidak mampu, maka doa adalah cara terbaik untuk membalasnya. Doa adalah bentuk penghargaan tulus dari hati yang ikhlas.

Misalnya, ketika seseorang memberi bantuan materi, membantu dalam kesulitan, atau sekadar menunjukkan jalan kebaikan, maka mendoakannya dengan doa yang baik adalah bentuk balasan yang sangat dihargai oleh Allah.

3. Menumbuhkan Ukhuwah Islamiyah

Saling membalas kebaikan akan mempererat ukhuwah (persaudaraan)** di antara sesama muslim. Kebaikan yang dibalas dengan kebaikan akan melahirkan keakraban, cinta, dan solidaritas. Dalam masyarakat yang penuh kasih dan saling menghargai, akan tumbuh lingkungan yang harmonis dan diridhai Allah.


4. Doa yang Paling Baik

Ketika tidak mampu membalas secara langsung, Rasulullah ﷺ mengajarkan untuk mendoakan dengan sungguh-sungguh. Sebagian ulama menyebutkan, doa yang paling baik dalam situasi ini adalah:

جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا

“Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.” (HR. Tirmidzi no. 2035, dinilai hasan oleh Al-Albani).

Ucapan ini bukan sekadar formalitas. Ia adalah doa yang sangat mulia. Jika Allah yang membalas kebaikan seseorang, maka balasan itu jauh lebih besar daripada balasan manusia.

Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi pribadi yang tahu berterima kasih. Jangan biarkan kebaikan orang lain berlalu tanpa balasan. Bila mampu, balaslah dengan lebih baik. Bila tidak, panjatkan doa agar Allah membalasnya dengan sebaik-baik balasan.

“Siapa yang berbuat kebaikan kepada kalian maka balaslah. Jika kalian tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, maka doakanlah dia sampai kalian melihat bahwa kalian telah membalasnya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Mari kita mulai membalas setiap kebaikan dengan ucapan, tindakan, atau doa. Karena sebaik-baik balasan adalah yang datang dari Allah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahaya Body Shaming

  Bahaya Body Shaming Oleh : Imam Muclis, S.Pd Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....  Di era sekarang, body shaming menjadi sesuatu...