السلام عليكم ورحمه الله وبركاته
الحمد لله والصلاه والسلام على رسول الله ولا حول ولا قوه الا بالله اما بعد
Oleh : Imam Muclis, S.Pd
Judul : Dosa mengumbar aib orang lain
Depok, 29 Januari 2026
Sahabat MC Qu yang dirahmati Allah,
salah satu akhlak mulia dalam Islam adalah menjaga kehormatan sesama Muslim. Setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kesalahan. Namun Islam tidak mengajarkan kita untuk membongkar aib orang lain, apalagi menyebarkannya. Justru Islam mengajarkan sikap saling menjaga, melindungi, dan menutup aib demi terpeliharanya ukhuwah Islamiyah dan ketenteraman dalam kehidupan bermasyarakat.
Allah ﷻ secara tegas melarang perilaku yang merusak kehormatan orang lain dalam Al-Qur’an. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ … وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain, boleh jadi mereka lebih baik daripada mereka… dan janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.” (QS. Al-Hujurāt: 11)
Ayat ini menegaskan bahwa merendahkan, mencela, dan membuka kekurangan orang lain adalah perbuatan yang dilarang karena merusak kehormatan dan persaudaraan sesama orang beriman.
Rasulullah ﷺ kemudian memperkuatnya dengan kabar gembira dalam hadis shahih. Beliau bersabda:
لَا يَسْتُرُ عَبْدٌ عَبْدًا فِي الدُّنْيَا إِلَّا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba yang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.” (HR. Muslim no. 2590)
Hadis ini menunjukkan balasan yang sangat agung. Siapa yang menjaga kehormatan saudaranya di dunia, maka Allah sendiri yang akan menjaga kehormatannya di akhirat, pada hari ketika setiap manusia sangat membutuhkan perlindungan dari-Nya.
Menutup aib bukan berarti membenarkan kemaksiatan atau mendiamkan kezaliman. Para ulama menjelaskan bahwa menutup aib berlaku pada kesalahan pribadi yang tidak dilakukan secara terang-terangan dan tidak membahayakan orang lain. Jika kita melihat kesalahan saudara kita, maka Islam mengajarkan untuk menasihatinya secara pribadi, lembut, dan penuh hikmah, bukan menyebarkannya atau menjadikannya bahan pembicaraan.
Allah ﷻ juga mengingatkan agar kita tidak sibuk mencari-cari kesalahan orang lain. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman:
وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا
“Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.” (QS. Al-Hujurāt: 12)
Ayat ini sangat relevan dengan kehidupan kita hari ini, terutama di era media sosial, di mana membuka aib orang lain bisa dilakukan hanya dengan satu unggahan, komentar, atau pesan berantai. Padahal bisa jadi Allah telah menutupi aib tersebut, namun kita justru ikut membukanya.
Sebagai penutup, marilah kita jadikan Al-Qur’an dan sunnah sebagai pedoman dalam bersikap. Jika kita ingin Allah menutupi aib kita di dunia dan di akhirat, maka tutuplah aib saudara kita hari ini. Jaga lisan, jaga tulisan, dan jaga hati. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang berakhlak mulia dan saling menjaga kehormatan sesama Muslim.
Support kami untuk terus berkembang dan share agar menjadi amal jariyah kita bersama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar