السلام عليكم ورحمه الله وبركاته
الحمد لله الصلاه والسلام على رسول الله ولا حول ولا قوه الا بالله اما بعد
Oleh : Imam Muclis, S.Pd
Judul : bahaya mencela sesama muslim
Depok, 28 Januari 2026
Sahabat MC Qu yang dirahmati Allah,
Lisan adalah nikmat besar sekaligus ujian berat. Dengan lisan, seseorang bisa mendapatkan pahala yang besar, namun dengannya pula seseorang dapat terjerumus ke dalam dosa yang membinasakan. Di tengah kehidupan sosial, media sosial, dan pergaulan yang semakin terbuka, kita sering menjumpai ucapan-ucapan yang merendahkan, menghina, dan mencela sesama Muslim, bahkan dianggap hal biasa. Padahal, Islam memandang kehormatan seorang Muslim sebagai sesuatu yang sangat agung dan mulia.
Rasulullah ﷺ dengan tegas mengingatkan kita dalam hadis shahih:
سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ
“Mencela seorang Muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekufuran.”
(HR. al-Bukhari no. 48 dan Muslim no. 64)
Hadis ini menunjukkan betapa seriusnya dosa lisan. Mencela tidak sekadar kesalahan kecil, tetapi dikategorikan sebagai *fusuq*—keluar dari ketaatan kepada Allah. Ini menjadi peringatan keras agar seorang Muslim menjaga lisannya dengan penuh kehati-hatian.
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud *kufur* dalam hadis ini bukanlah kufur yang mengeluarkan dari Islam, tetapi *kufur ni‘mah* atau perbuatan yang menyerupai orang kafir karena merusak persaudaraan iman. Artinya, mencela dan merendahkan sesama Muslim adalah perilaku yang bertentangan dengan akhlak Islam dan dapat menghapus nilai keimanan seseorang jika terus dilakukan tanpa taubat.
Sahabat MC Qu, di zaman sekarang, mencela tidak hanya terjadi secara lisan, tetapi juga melalui tulisan, komentar, status, dan unggahan di media sosial. Kalimat sindiran, ejekan, hingga membuka aib saudara seiman sering dianggap wajar. Padahal Rasulullah ﷺ juga bersabda:
كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ: دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ
“Setiap Muslim atas Muslim lainnya haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.”
(HR. Muslim no. 2564)
Ini menegaskan bahwa kehormatan seorang Muslim tidak boleh dilanggar dalam bentuk apa pun, termasuk dengan ucapan yang menyakitkan.
Sebagai penutup, mari kita jadikan hadis ini sebagai cermin untuk memperbaiki diri. Jika tidak mampu berkata baik, maka diam adalah pilihan yang lebih selamat. Mari jaga lisan, tulisan, dan sikap kita agar tidak melukai hati saudara seiman. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang lembut ucapannya, bersih hatinya, dan kuat persaudaraannya. Karena menjaga kehormatan sesama Muslim adalah bagian dari kesempurnaan iman.
______
Support kami untuk terus berkembang, share agar menjadi amal jariyah kita bersama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar