Senin, 02 Februari 2026

Dosa Pelaku Namimah (adu domba)

  السلام عليكم ورحمه الله وبركاته 

الحمد لله رب العالمين الصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين 

Dukung kami untuk terus berkembang, share agar menjadi amal jariyah kita bersama.

Oleh : Imam Muclis, S.Pd

Judul : Dosa Pelaku Namimah ( adu domba)

Depok, 02 Februari 2026



 

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā yang telah memberikan petunjuk agar lisan kita terjaga dari dosa. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Sahabat MC Qu yang dirahmati Allah,

Ada satu dosa lisan yang sering dianggap ringan, bahkan dianggap sekadar “cerita biasa”, padahal dampaknya sangat besar. Dosa itu adalah namimah, atau yang sering kita kenal dengan adu domba.

Namimah adalah menyampaikan ucapan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan, menimbulkan kebencian, atau memicu konflik**. Bisa jadi kalimat yang disampaikan itu benar, tetapi niat dan dampaknya adalah merusak. Maka tetap tercatat sebagai dosa besar.

Sahabat MC Qu, Rasulullah ﷺ memberikan peringatan yang sangat keras tentang dosa ini. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallāhu ‘anhumā, beliau berkata:

مَرَّ النَّبِيُّ ﷺ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ: «إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ، وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ»

Artinya:

“Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang disiksa. Mereka tidak disiksa karena perkara yang mereka anggap besar. Yang satu tidak menjaga diri dari percikan air kencingnya, dan yang lainnya suka melakukan namimah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Perhatikan, Sahabat MC Qu. 

Namimah sampai menyebabkan siksa kubur, padahal pelakunya menganggap itu perkara sepele.

Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā juga melarang keras perbuatan adu domba dalam Al-Qur’an:

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ ۝ هَمَّازٍ مَّشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

Artinya:

“Dan janganlah engkau ikuti orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang suka mencela dan berjalan ke sana kemari membawa namimah.”(QS. Al-Qalam: 10–11)

Ayat ini menunjukkan bahwa pelaku namimah adalah orang yang rendah akhlaknya dan berbahaya bagi keharmonisan umat.

Sahabat MC Qu yang berbahagia,

Namimah memutus silaturahmi, merusak persaudaraan, menghancurkan kepercayaan, bahkan bisa memecah keluarga dan jamaah. Banyak konflik besar berawal dari satu kalimat kecil yang dibawa ke sana dan ke mari.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ

Artinya:

Tidak akan masuk surga orang yang suka melakukan namimah.” HR. Bukhari dan Muslim

Hadis ini bukan berarti pelaku namimah kekal di neraka, tetapi menunjukkan betapa berat dan bahayanya dosa adu domba.

Sahabat MC Qu yang dirahmati Allah,

Mari kita jaga lisan dan telinga kita. Jangan menjadi penyampai adu domba, dan jangan pula menjadi pendengar yang menikmati namimah. Jika sebuah ucapan berpotensi merusak persaudaraan, maka diam adalah pilihan yang paling selamat.

Semoga Allah membersihkan lisan kita dari namimah dan menjaga persatuan di antara kita.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.



Jadilah penolong agama Allah dengan kemampuan kita, yang alim bersedekah dengan ilmunya, yang kaya bersedekah dengan hartanya, yang kuat bersedekah dengan tenaga nya, dan yang yang berkuasa bersedekah melalui kekuasaannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahaya Body Shaming

  Bahaya Body Shaming Oleh : Imam Muclis, S.Pd Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....  Di era sekarang, body shaming menjadi sesuatu...