Oleh : Imam muclis, S.Pd
Depok, 09 Februari 2026
Sahabat yang dirahmati Allah,
Di antara kita ada yang masih terbata-bata membaca
Al-Qur’an, dan ada pula yang sudah lancar, bahkan indah bacaannya. Keduanya
adalah nikmat. Namun keduanya juga sama-sama memiliki tanggung jawab di hadapan
Al-Qur’an.
Bagi yang Masih Belajar, Jangan Minder
Jika hari ini bacaan kita belum lancar, jangan berkecil
hati. Rasulullah ﷺ justru memberi kabar
gembira. Dari ‘Aisyah radhiyallāhu ‘anhā, beliau bersabda:
الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ
السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ
وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
Artinya:
“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia dan
taat. Adapun orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan bersusah
payah mempelajarinya, maka baginya dua pahala.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Artinya jelas, kesulitan bukan penghalang pahala,
justru menjadi jalan menuju keutamaan.
Bagi yang Sudah Lancar, Jangan Berpuas Diri
Bagi yang
sudah lancar membaca Al-Qur’an, jangan merasa tugas kita telah selesai. Kelancaran bukan garis akhir, melainkan awal dari amanah
yang lebih besar. Karena setelah lancar membaca, masih ada PR besar bersama
Al-Qur’an: memahami maknanya, mentadabburinya, dan mengamalkannya dalam
kehidupan.
Al-Qur’an tidak diturunkan hanya untuk dibaca dengan suara yang indah, tetapi untuk membentuk akhlak, mengarahkan sikap, dan membimbing keputusan hidup. Sebaik-baik bacaan adalah yang mampu mengubah perilaku, bukan hanya memperindah suara.
Al-Qur’an Menilai Usaha dan Konsistensi
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan
bahwa setiap huruf Al-Qur’an bernilai pahala:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ
حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka
baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh.
Aku tidak mengatakan Alif Lām Mīm itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lām satu huruf, dan Mīm satu huruf.” (HR.
Tirmidzi)
Baik yang baru belajar maupun yang sudah mahir, semuanya
memiliki ladang pahala yang sama luasnya, selama Al-Qur’an terus hidup dalam
keseharian kita.
Sahabat yang dimuliakan Allah,
Yang
belum lancar, jangan berhenti.
Yang sudah lancar, jangan puas diri.
Karena Al-Qur’an bukan hanya untuk kita baca, tetapi untuk
kita dekati, pahami, dan jadikan pedoman hidup sampai akhir usia. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang
setia bersama Al-Qur’an, tidak meninggalkannya karena merasa belum mampu, dan
tidak melalaikannya karena merasa sudah mampu.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar