Kamis, 19 Februari 2026

Ramadhan Tamu Agung

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā yang menghadiahkan Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, suri teladan terbaik dalam mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an.

Oleh Imam Muclis, S.Pd

Judul : Ramadhan Tamu Agung

JANGAN SKIP, INI PENTING BUAT IMAN KITA 

SHARE, AGAR MENJADI AMAL JARIYAH KITA BERSAMA !



Sahabat MC QU yang dirahmati Allah, setiap kali kita berbicara tentang Ramadhan, hati seorang mukmin seharusnya dipenuhi rasa syukur dan harap. Tidak semua orang diberi kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan yang mulia ini. Ramadhan bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender hijriyah, tetapi momen istimewa yang Allah siapkan untuk mengangkat derajat hamba-hamba-Nya.

Rasulullah sendiri menyambut Ramadhan dengan menyampaikan kabar gembira kepada para sahabat. Beliau tidak menjelaskannya dengan nada biasa, tetapi dengan penuh semangat dan harapan. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan para setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan.” (HR. Ahmad)

Sahabat MC QU,

Perhatikan bagaimana Rasulullah mengatakan, “Telah datang kepada kalian Ramadhan.” Seakan-akan Ramadhan adalah tamu agung yang membawa hadiah besar. Ia disebut sebagai bulan yang penuh berkah. Berkah berarti kebaikan yang bertambah dan terus berkembang. Waktu kita tetap sama, tetapi nilai amal kita dilipatgandakan. Doa lebih mudah dikabulkan, sedekah lebih bernilai, dan ibadah lebih terasa manis.

Allah mewajibkan puasa di bulan ini bukan untuk menyulitkan, tetapi untuk mendidik. Puasa melatih kita menahan diri, bukan hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari amarah, dari lisan yang menyakiti, dan dari perbuatan yang tidak diridhai Allah. Ketika kita mampu meninggalkan yang halal demi Allah, maka seharusnya kita lebih mampu menjauhi yang haram.

Hadis ini juga menyebutkan bahwa pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Ini adalah gambaran betapa besar peluang kebaikan di bulan Ramadhan. Allah sedang memudahkan jalan menuju surga. Bahkan setan-setan dibelenggu, artinya penghalang untuk berbuat baik semakin sedikit. Tinggal diri kita yang menentukan, apakah ingin berubah atau tetap dalam kebiasaan lama.

Dan di dalam Ramadhan ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, Lailatul Qadar. Satu malam yang nilainya lebih dari delapan puluh tiga tahun. Ini kesempatan yang sangat besar. Bisa jadi amal kita tidak banyak, tetapi jika Allah mempertemukan kita dengan malam itu dalam keadaan bersungguh-sungguh, maka hidup kita bisa berubah selamanya.

Karena itu, Sahabat MC QU, mari kita sambut Ramadhan dengan kesungguhan. Jangan biarkan ia berlalu tanpa bekas dalam diri kita. Jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki shalat, memperbanyak Al-Qur’an, memperbaiki akhlak, dan membersihkan hati. Semoga Ramadhan kali ini benar-benar membawa kita lebih dekat kepada Allah dan menjadikan kita hamba yang lebih bertakwa. Aamiin.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahaya Body Shaming

  Bahaya Body Shaming Oleh : Imam Muclis, S.Pd Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....  Di era sekarang, body shaming menjadi sesuatu...