Bismillāhirraḥmānirraḥīm.
Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā yang menghadiahkan Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, suri teladan terbaik dalam mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an.
Oleh Imam Muclis, S.Pd
Judul : Ramadhan Tamu Agung
JANGAN SKIP, INI PENTING BUAT IMAN KITA
SHARE, AGAR MENJADI AMAL JARIYAH KITA BERSAMA !
Sahabat MC QU yang
dirahmati Allah, setiap kali kita berbicara tentang Ramadhan, hati seorang
mukmin seharusnya dipenuhi rasa syukur dan harap. Tidak semua orang diberi
kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan yang mulia ini. Ramadhan bukan
sekadar pergantian bulan dalam kalender hijriyah, tetapi momen istimewa yang
Allah siapkan untuk mengangkat derajat hamba-hamba-Nya.
Rasulullah ﷺ sendiri menyambut
Ramadhan dengan menyampaikan kabar gembira kepada para sahabat. Beliau tidak
menjelaskannya dengan nada biasa, tetapi dengan penuh semangat dan harapan.
Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:
قَدْ
جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ،
تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ،
وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: “Telah datang kepada kalian bulan
Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kalian berpuasa di
dalamnya. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup,
dan para setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari
seribu bulan.” (HR. Ahmad)
Sahabat MC QU,
Perhatikan bagaimana
Rasulullah ﷺ mengatakan, “Telah datang kepada kalian Ramadhan.” Seakan-akan Ramadhan
adalah tamu agung yang membawa hadiah besar. Ia disebut sebagai bulan yang
penuh berkah. Berkah berarti kebaikan yang bertambah dan terus berkembang.
Waktu kita tetap sama, tetapi nilai amal kita dilipatgandakan. Doa lebih mudah
dikabulkan, sedekah lebih bernilai, dan ibadah lebih terasa manis.
Allah mewajibkan puasa di bulan ini bukan untuk menyulitkan,
tetapi untuk mendidik. Puasa melatih kita menahan diri, bukan hanya dari makan
dan minum, tetapi juga dari amarah, dari lisan yang menyakiti, dan dari
perbuatan yang tidak diridhai Allah. Ketika kita mampu meninggalkan yang halal
demi Allah, maka seharusnya kita lebih mampu menjauhi yang haram.
Hadis ini juga menyebutkan bahwa pintu-pintu surga dibuka dan
pintu-pintu neraka ditutup. Ini adalah gambaran betapa besar peluang kebaikan
di bulan Ramadhan. Allah sedang memudahkan jalan menuju surga. Bahkan
setan-setan dibelenggu, artinya penghalang untuk berbuat baik semakin sedikit.
Tinggal diri kita yang menentukan, apakah ingin berubah atau tetap dalam
kebiasaan lama.
Dan di dalam Ramadhan ada satu malam yang lebih baik dari seribu
bulan, Lailatul Qadar. Satu malam yang nilainya lebih dari delapan puluh tiga
tahun. Ini kesempatan yang sangat besar. Bisa jadi amal kita tidak banyak,
tetapi jika Allah mempertemukan kita dengan malam itu dalam keadaan
bersungguh-sungguh, maka hidup kita bisa berubah selamanya.
Karena itu, Sahabat MC
QU, mari kita sambut Ramadhan dengan kesungguhan. Jangan biarkan ia berlalu
tanpa bekas dalam diri kita. Jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk
memperbaiki shalat, memperbanyak Al-Qur’an, memperbaiki akhlak, dan
membersihkan hati. Semoga Ramadhan kali ini benar-benar membawa kita lebih
dekat kepada Allah dan menjadikan kita hamba yang lebih bertakwa. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar