Selasa, 17 Maret 2026

Hukum Meminta, Menerima, dan Memberi THR

 

Ramadhan #27

Hukum Meminta, Menerima, dan Memberi THR

Oleh : Imam Muclis, S.Pd

Dalam tradisi masyarakat muslim di Indonesia, menjelang hari raya sering muncul istilah THR atau Tunjangan Hari Raya. Banyak orang memberi kepada keluarga, tetangga, anak-anak, bahkan karyawan. Namun tidak sedikit pula yang bertanya tentang bagaimana hukum meminta, menerima, dan memberi THR dalam Islam.

1. Hukum Memberi THR

Pada dasarnya memberi THR hukumnya boleh bahkan dianjurkan, karena termasuk dalam bentuk sedekah, hadiah, atau berbagi kebahagiaan di hari raya.

Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk saling memberi hadiah. Beliau bersabda:

تَهَادَوْا تَحَابُّوا

Artinya:
"Salinglah kalian memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai."
(HR. Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad)

Memberi hadiah atau bantuan kepada orang lain pada hari raya dapat mempererat hubungan, menumbuhkan kasih sayang, dan menghadirkan kebahagiaan di tengah masyarakat. Apalagi jika diberikan kepada anak-anak, kerabat, atau orang yang membutuhkan, maka hal itu termasuk amal kebaikan yang berpahala.

Namun perlu diingat bahwa memberi THR bukan kewajiban dalam Islam, melainkan bentuk kebaikan dan kemurahan hati seseorang.

2. Hukum Menerima THR

Adapun menerima THR hukumnya boleh, selama pemberian tersebut berasal dari harta yang halal dan diberikan secara sukarela tanpa paksaan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ جَاءَهُ مِنْ أَخِيهِ مَعْرُوفٌ مِنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ وَلَا إِشْرَافِ نَفْسٍ فَلْيَقْبَلْهُ

Artinya:
"Barang siapa diberi suatu pemberian oleh saudaranya tanpa ia meminta dan tanpa mengharapkannya, maka hendaklah ia menerimanya." (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa menerima pemberian dari orang lain diperbolehkan selama tidak disertai sikap meminta atau mengharap secara berlebihan.

3. Hukum Meminta THR

Adapun meminta THR pada dasarnya tidak dianjurkan, apalagi jika dilakukan dengan cara memaksa atau membuat orang lain merasa tidak enak.

Islam sangat menjaga kehormatan seorang muslim agar tidak mudah meminta-minta kepada orang lain tanpa kebutuhan yang mendesak.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ سَأَلَ النَّاسَ أَمْوَالَهُمْ تَكَثُّرًا فَإِنَّمَا يَسْأَلُ جَمْرًا

Artinya:
"Barang siapa meminta harta kepada manusia untuk memperbanyak hartanya, maka sesungguhnya ia sedang meminta bara api." (HR. Muslim)

Hadis ini menjadi peringatan agar seorang muslim tidak menjadikan meminta-minta sebagai kebiasaan, terlebih jika tidak dalam keadaan benar-benar membutuhkan.

Kesimpulan

Dari penjelasan ini dapat disimpulkan:

  1. Memberi THR hukumnya boleh bahkan dianjurkan, karena termasuk sedekah atau hadiah.

  2. Menerima THR hukumnya boleh, selama tidak meminta dan diberikan dengan kerelaan.

  3. Meminta THR tidak dianjurkan, kecuali dalam keadaan benar-benar membutuhkan.

Oleh karena itu, sebaiknya seorang muslim menjaga adab dalam perkara ini. Jika ingin memberi maka berilah dengan ikhlas, dan jika menerima maka terimalah dengan rasa syukur tanpa meminta atau memaksa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahaya Body Shaming

  Bahaya Body Shaming Oleh : Imam Muclis, S.Pd Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....  Di era sekarang, body shaming menjadi sesuatu...