Senin, 09 Maret 2026

Mudik


 JANGAN SKIP, INI PENTING BUAT IMAN KITA


Ramadhan #19

Oleh : Imam Muclis, S.Pd

Depok, 09 Maret 2026 / 19 Ramadhan 1447 H

Sahabat MC QU yang dirahmati Allah, sering kali manusia begitu sibuk mengejar kehidupan dunia sampai lupa bahwa kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat. Padahal Rasulullah ﷺ telah mengingatkan kita bahwa dunia ini bukanlah tujuan akhir. Dalam sebuah doa yang beliau ucapkan, Rasulullah ﷺ bersabda:

اَللّٰهُمَّ لَا عَيْشَ إِلَّا عَيْشُ الْآخِرَةِ، فَاغْفِرْ لِلْأَنْصَارِ وَالْمُهَاجِرَةِ

Sahabat MC QU, dari doa Nabi ini kita belajar bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Dunia hanya tempat singgah, sedangkan kehidupan yang kekal adalah kehidupan akhirat. Karena itu para sahabat Nabi memiliki pandangan hidup yang sangat kuat terhadap akhirat. Salah satu di antaranya adalah ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu yang pernah berkata:

اِرْتَحَلَتِ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً، وَارْتَحَلَتِ الْآخِرَةُ مُقْبِلَةً، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُونٌ، فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الْآخِرَةِ وَلَا تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا، فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَابَ، وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلَ

Artinya: “Sesungguhnya dunia sedang pergi meninggalkan kita, sedangkan akhirat sedang datang menghampiri kita. Masing-masing memiliki pengikutnya. Maka jadilah kalian termasuk anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia. Karena hari ini adalah waktu untuk beramal tanpa hisab, sedangkan esok adalah waktu hisab tanpa amal.”

Sahabat MC QU, ucapan ini mengingatkan kita bahwa waktu yang kita miliki di dunia hanyalah kesempatan untuk beramal. Ketika seseorang terlalu mencintai dunia, maka sering kali ia menjadikan dunia sebagai tujuan utama hidupnya. Padahal dunia seharusnya hanya menjadi sarana untuk meraih akhirat. Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā telah mengingatkan dalam Al-Qur’an:

Artinya: “Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka tidak dirugikan. Tetapi mereka itu adalah orang-orang yang di akhirat tidak memperoleh apa pun selain neraka. Dan lenyaplah di akhirat apa yang telah mereka usahakan di dunia, serta sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Hûd: 15–16)

Sahabat MC QU, para ulama salaf juga mengingatkan bahwa cinta dunia adalah akar dari banyak kesalahan manusia. Ketika dunia menjadi tujuan utama, maka seseorang bisa saja menjadikan ibadah yang seharusnya untuk Allah justru sebagai alat untuk meraih kepentingan dunia. Padahal seorang Muslim seharusnya menjadikan dunia sebagai ladang untuk menanam amal bagi kehidupan akhirat.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa orang yang terlalu mencintai dunia tidak akan terlepas dari tiga hal: kegelisahan yang terus-menerus, kelelahan yang berkepanjangan, dan penyesalan yang tidak pernah berakhir. Hal ini terjadi karena dunia yang ia kejar tidak pernah benar-benar memuaskan hatinya.

Sahabat MC QU, oleh karena itu Allah memerintahkan manusia untuk menjadikan ibadah sebagai pusat kehidupannya. Dalam sebuah hadis qudsi Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah berfirman:

Artinya: “Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kecukupan dan Aku tutup kefakiranmu. Namun jika engkau tidak melakukannya, maka Aku akan memenuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan menutup kefakiranmu.”
(HR. Tirmidzi)

Sahabat MC QU, dari semua nasihat ini kita belajar bahwa seorang Muslim seharusnya menjadikan akhirat sebagai tujuan utama hidupnya. Dunia boleh kita cari, tetapi jangan sampai dunia menguasai hati kita. Dunia hanyalah ladang amal, sedangkan hasilnya akan kita panen di akhirat nanti. Karena itu mari kita gunakan waktu yang Allah berikan untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki amal, dan mendekatkan diri kepada Allah, agar ketika kehidupan dunia ini berakhir, kita datang kepada Allah dengan membawa bekal yang terbaik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahaya Body Shaming

  Bahaya Body Shaming Oleh : Imam Muclis, S.Pd Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....  Di era sekarang, body shaming menjadi sesuatu...