Rabu, 11 Maret 2026

 RAMADHAN #21

Judul : Malam Lailatul Qadr

Oleh : Imam Muclis, S.Pd

Sahabat MC QU yang dirahmati Allah, di antara keistimewaan bulan Ramadhan adalah adanya satu malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini adalah malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut lebih baik daripada ibadah selama lebih dari delapan puluh tahun. Karena itulah para ulama mengatakan bahwa Lailatul Qadar adalah kesempatan besar bagi seorang Muslim untuk meraih pahala yang luar biasa dalam waktu yang sangat singkat.

Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menjelaskan keutamaan malam ini dalam Al-Qur’an:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 3)

Sahabat MC QU, karena begitu agungnya malam tersebut, Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada umatnya agar bersungguh-sungguh mencarinya. Rasulullah ﷺ bersabda:


Hadis ini menjadi dalil utama bahwa Lailatul Qadar tidak dicari di awal Ramadhan, tetapi pada sepuluh malam terakhir. Bahkan dalam riwayat lain disebutkan bahwa kemungkinan besar ia berada pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Sahabat MC QU, para sahabat Nabi memahami betul betapa berharganya kesempatan ini. Karena itu ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah ﷺ meningkatkan ibadahnya dengan sangat sungguh-sungguh. Dalam sebuah hadis disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ مِئْزَرَهُ

Artinya: “Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Nabi menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan bahwa Nabi tidak hanya beribadah sendiri, tetapi juga mengajak keluarganya agar tidak melewatkan kesempatan besar tersebut.

Sahabat MC QU, pertanyaannya adalah: apa yang sebaiknya kita lakukan ketika mencari Lailatul Qadar? Para ulama menjelaskan bahwa malam-malam tersebut sebaiknya diisi dengan berbagai ibadah, seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, dan memohon ampun kepada Allah.

Bahkan Rasulullah ﷺ juga mengajarkan doa khusus yang sangat dianjurkan dibaca pada malam Lailatul Qadar:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
(HR. Tirmidzi)

Sahabat MC QU, Ramadhan mungkin hanya datang sekali dalam setahun, dan tidak ada yang menjamin kita akan bertemu Ramadhan berikutnya. Karena itu sepuluh malam terakhir adalah kesempatan emas yang tidak boleh kita sia-siakan. Siapa tahu, pada salah satu malam itulah Allah memberikan kepada kita pahala yang lebih baik dari seribu bulan.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar dan menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadhan. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahaya Body Shaming

  Bahaya Body Shaming Oleh : Imam Muclis, S.Pd Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....  Di era sekarang, body shaming menjadi sesuatu...