Naskah Ceramah
Tema: Aku Ingin Bawa Hartaku Saat Mati
Oleh : Ust. Imam Muclis, S.Pd.
الحمد لله الذي أمرنا بالإنفاق ووعدنا الأجر العظيم، وحذرنا من البخل والشح، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.
Segala puji bagi Allah yang memerintahkan kita untuk berinfak di jalan-Nya dan menjanjikan pahala besar bagi yang taat, serta memperingatkan kita dari sifat kikir. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan pengikut beliau hingga akhir zaman.
Saudara ku...
Setiap orang pasti akan meninggalkan harta. Tidak ada seorang pun yang mampu membawanya ke dalam kubur dalam bentuk fisik. Namun, ada cara agar harta itu tetap “ikut” bersama kita setelah mati — yaitu dengan mengubah harta menjadi amal shalih yang pahalanya terus mengalir.
Banyak orang ingin membawa hartanya saat mati, tapi lupa bahwa jalan satu-satunya adalah menginfakkannya di jalan Allah sebelum ajal datang.1. Penyesalan Orang yang Hampir Mati
Allah ﷻ berfirman:
وَأَنفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ
(QS. Al-Munafiqun: 10)
Artinya:
"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata: 'Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sebentar saja, maka aku akan bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.'"
Maka jangan tunggu “nanti” untuk berinfak. Sebab kita tidak tahu apakah “nanti” itu masih datang.
2. Hanya Amal yang Menemani Kita
Rasulullah ﷺ bersabda:
-
Keluarga akan mengantar sampai ke kuburan, lalu kembali.
-
Harta akan ditinggal di rumah atau diwariskan.
-
Hanya amal shalih yang setia menemani kita dalam kesunyian kubur.
Jika harta kita masih berbentuk uang, rumah, atau kendaraan, ia akan berpisah dari kita. Tapi jika harta itu diubah menjadi masjid, sumur, mushaf, biaya pendidikan yatim, Fasilitas dakwah (syiar) dll. maka ia akan tetap bersama kita dalam bentuk pahala.
3. Investasi Tanpa Kadaluarsa
Rasulullah ﷺ bersabda:
-
Membangun masjid → setiap shalat jamaah, pahala mengalir.
-
Menyediakan air bersih → setiap orang minum, pahala tercatat.
-
Membiayai hafalan Qur’an → setiap ayat dibaca, pahala kembali.
Inilah cara “membawa” harta saat mati: ubah menjadi amal yang pahalanya tidak berhenti.
Saudara ku...
Suatu saat nanti, kita akan berbaring di liang lahat, sendiri tanpa keluarga, tanpa harta. Saat itu, yang kita butuhkan bukan rumah megah, tapi amal yang kita kirim lebih dulu ke akhirat.
Bayangkan, ketika tubuh kita sudah membusuk, ada aliran pahala yang terus masuk karena sedekah yang kita berikan saat hidup. Saat orang membaca Qur’an dari mushaf yang kita sumbangkan, saat anak yatim berdoa karena bantuan kita, saat jamaah shalat di masjid yang kita bangun — semua itu menjadi cahaya di alam kubur.
Maka, jika kita benar-benar ingin membawa harta saat mati, bawalah ia sekarang dalam bentuk amal shalih. Jangan tunggu besok, karena besok belum tentu milik kita.
اللَّهُمَّ اجعل أموالنا في طاعتك، وبارك لنا فيما رزقتنا، ولا تجعلها حسرة علينا يوم نلقاك.
"Ya Allah, jadikanlah harta kami sebagai sarana taat kepada-Mu, berkahilah rezeki yang Engkau berikan, dan jangan Engkau jadikan ia penyesalan bagi kami di hari ketika kami berjumpa dengan-Mu."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar