
Sahabat MC-QU yang dirahmati Allah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa bukan hanya berarti menjalankan ibadah ritual seperti shalat, puasa, dan zakat, tetapi juga mencakup seluruh aktivitas hidup kita — termasuk dalam dunia digital yang hari ini sudah menjadi bagian dari keseharian kita.
Ketahuilah, sahabat sekalian, di zaman ini satu sentuhan jari, satu klik, satu unggahan, satu komentar, atau satu bagikan, bisa menjangkau ribuan bahkan jutaan manusia di seluruh dunia.
Jika dulu untuk menyebarkan satu berita butuh waktu berhari-hari, kini cukup satu detik untuk mengirimkannya ke seluruh penjuru bumi.
Namun, di balik kemudahan itu ada tanggung jawab besar di hadapan Allah Ta‘ālā.
Apakah klik yang kita lakukan membawa pahala, atau justru menyeret kita ke dalam dosa?
Allah Ta‘ālā telah mengingatkan dalam firman-Nya:
“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya).”
(QS. Az-Zalzalah: 7–8)
Sahabat MC-QU yang dirahmati Allah,
Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada amal yang kecil di sisi Allah. Bahkan amal sekecil zarrah — sekecil satu klik di ponsel — akan dicatat dan diperhitungkan di hari kiamat.
Satu klik yang berisi kalimat Subḥānallāh, satu unggahan ayat Al-Qur’an, satu video dakwah, satu nasihat yang baik — semuanya bisa menjadi amal saleh yang pahalanya terus mengalir, bahkan setelah kita meninggal dunia.
Namun sebaliknya, satu klik yang menyebarkan fitnah, ujaran kebencian, pornografi, atau berita bohong (hoaks) bisa menjadi dosa besar yang terus bertambah, terutama jika banyak orang yang ikut terpengaruh.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.”
(HR. Muslim)
Artinya, ketika kita mengajak orang lain kepada kebaikan — meski hanya lewat satu klik — kita mendapat bagian pahala yang sama dengan orang yang melakukannya.
Namun, Nabi ﷺ juga memberikan peringatan keras:
وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْءٌ
“Barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka dia akan menanggung dosa seperti dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.”
(HR. Muslim)
Bayangkan, sahabat sekalian — seseorang mengunggah video maksiat, gambar aurat, atau ujaran kebencian. Ribuan orang menonton, membagikan, dan terpengaruh.
Maka setiap dosa dari mereka akan mengalir kepada penyebar pertama, meski ia telah lupa atau bahkan meninggal dunia.
Inilah yang disebut dosa jariyah — dosa yang tidak berhenti meski pelakunya telah tiada.
Allah Ta‘ālā berfirman dengan tegas:
يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Pada hari ketika lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. An-Nūr: 24)
Sahabat MC-QU yang saya cintai karena Allah,
Tangan yang sama bisa digunakan untuk menulis zikir, mengirim doa, dan menyebarkan ilmu. Tapi tangan yang sama pula bisa digunakan untuk menulis maksiat, menyebarkan kebencian, dan menimbulkan permusuhan.
Maka seorang mukmin sejati tidak asal klik. Ia berpikir sebelum berbagi, menimbang sebelum menulis, dan memastikan bahwa setiap aktivitas digitalnya bernilai ibadah di sisi Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
“Sampaikan dariku walau hanya satu ayat.”
(HR. Al-Bukhari)
Ini adalah panggilan dakwah untuk kita semua.
Tidak perlu menjadi ustaz atau penceramah untuk berdakwah.
Di era digital ini, cukup dengan satu klik kebaikan — membagikan ayat, hadis, atau nasihat yang benar — seseorang bisa menjadi penyebar cahaya Islam di tengah kegelapan dunia maya.
Gunakanlah media sosial untuk mencari ridha Allah, bukan perhatian manusia.
Jadikan setiap akun, setiap story, setiap postingan, sebagai ladang amal saleh yang kelak akan menolongmu di hari ketika amal diperlihatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar