Selasa, 27 Januari 2026

Validasi Amal Baik

 


Oleh : Imam Muclis, S.Pd

Depok, 27 Januari 2026

Bahaya Kebutuhan Validasi atas Kebaikan

Mukadimah
Sahabat MC Qu yang dirahmati Allah,
Di era media sosial saat ini, kebaikan sering kali terasa belum cukup jika tidak dilihat, tidak disukai, dan tidak dipuji. Amal yang sejatinya ditujukan untuk Allah perlahan bergeser menjadi upaya mencari pengakuan manusia. Inilah penyakit hati yang halus namun sangat berbahaya, yang dalam Islam dikenal dengan riya’.

Hakikat Riya’
Imam Al-Ghazali رحمه الله menjelaskan:

“Akar riya’ adalah kecintaan terhadap pujian, kebencian terhadap celaan, dan keinginan agar manusia menerima serta menghormatinya.”
(Ihya’ Ulum ad-Din, juz III, hlm. 356)

Riya’ tidak selalu tampak dalam bentuk pamer terang-terangan, tetapi juga hadir ketika hati merasa gelisah jika kebaikan tidak diketahui atau diapresiasi oleh orang lain.

Dalil Al-Qur’an
Allah ﷻ memperingatkan:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ ۝ الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ۝ الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ

“Maka celakalah orang-orang yang shalat, yaitu mereka yang lalai dari shalatnya, mereka yang berbuat riya’.”
(QS. Al-Ma’un: 4–6)

Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah yang tampak baik pun bisa menjadi sebab kebinasaan jika niatnya tidak ikhlas.

Hadis Shahih tentang Bahaya Riya’
Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكَ الْأَصْغَرُ
قَالُوا: وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟
قَالَ: الرِّيَاءُ

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.”
Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Riya’.”
(HR. Ahmad, dinilai shahih oleh Al-Albani)

Riya’ dan Kebutuhan Validasi
Sahabat MC Qu yang dimuliakan Allah,
Ketika seseorang berbuat baik lalu kecewa karena tidak dipuji, ketika kebaikan terasa berat jika tidak dipublikasikan, maka di situlah niat sedang diuji. Ikhlas adalah tetap berbuat baik meski tidak dilihat, tidak diapresiasi, bahkan tidak dipahami.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ اللَّهُ بِهِ، وَمَنْ يُرَائِي يُرَائِي اللَّهُ بِهِ

“Barang siapa beramal agar didengar manusia, Allah akan menyingkap niatnya. Dan barang siapa beramal karena riya’, Allah akan memperlihatkan niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


Sahabat MC Qu,
Mari kita luruskan niat dalam setiap amal. Jangan ukur kebaikan dengan pujian manusia, tetapi dengan keridaan Allah. Amal yang sedikit namun ikhlas lebih bernilai di sisi Allah daripada amal besar yang tercampur riya’.

Share agar menjadi amal jariyah kita bersama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahaya Body Shaming

  Bahaya Body Shaming Oleh : Imam Muclis, S.Pd Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....  Di era sekarang, body shaming menjadi sesuatu...